Logo Kalkulatorin
kalkulatorin
πŸ–οΈ

Kalkulator Dana Pensiun & Financial Independence (FIRE)

Hitung target dana pensiun ideal, simulasi inflasi 25 tahun ke depan, dan kebutuhan tabungan bulanan untuk bebas finansial. Cek juga tabungan rutin Anda di Kalkulator Bunga Deposito.

Rp
%
%
Total Dana Pensiun Dibutuhkan
Rp 9.734.000.000
Pengeluaran Bulanan Saat Pensiun:Rp 21.300.000
Jangka Waktu Menabung:25 Tahun
Tabungan Rutin per Bulan:Rp 10.200.000
Asumsi:Dana cukup 20 tahun masa pensiun
πŸ›Ÿ
Ada yang salah dengan hasil hitungannya? Laporkan ke kami β€” kami cek & perbaiki.

Mengapa Perencanaan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Usia Muda?

Masa pensiun adalah fase kehidupan yang pasti akan dijalani oleh setiap pekerja, namun ironisnya baru dipikirkan oleh sedikit orang. Ketika Anda berhenti bekerja dan penghasilan bulanan terhenti, seluruh kebutuhan hidup harus tetap berjalan sementara tidak ada lagi gaji yang masuk. Di sinilah pentingnya dana pensiun berfungsi sebagai substitusi penghasilan yang menopang kualitas hidup Anda di masa senja.

Semakin cepat Anda memulai, semakin ringan bebannya. Seorang pekerja berusia 25 tahun memiliki waktu 30 tahun untuk menumbuhkan dana melalui kekuatan bunga berbunga (*compounding interest*). Sedangkan pekerja berusia 45 tahun hanya punya 15 tahun, sehingga harus menyisihkan nominal bulanan yang jauh lebih besar untuk mencapai target yang sama. Waktu adalah aset paling berharga dalam perencanaan pensiun, bukan nominal tabungan awal.

Tiga Pilar Sumber Dana Pensiun di Indonesia

Sistem pensiun di Indonesia dibangun di atas tiga lapisan perlindungan yang saling melengkapi:

  • Pilar 1 - Jaminan Sosial Wajib (BPJS Ketenagakerjaan): Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) yang memberikan tabungan hari tua dan manfaat pensiun bulanan seumur hidup dengan batas maksimum yang telah ditetapkan.
  • Pilar 2 - Program Pensiun Pemberi Kerja: Fasilitas Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) atau program imbalan pasti yang disediakan perusahaan tempat Anda bekerja, umumnya dengan skema iuran bersama.
  • Pilar 3 - Simpanan Sukarela Pribadi: Instrumen investasi pilihan Anda sendiri seperti saham, reksa dana, properti, emas, atau asuransi pensiun untuk melengkapi dua pilar sebelumnya.

Metode Perhitungan Dana Pensiun: Inflasi, Future Value, dan Withdrawal Rate

Menentukan target dana pensiun membutuhkan perhitungan berlapis yang memperhitungkan perubahan nilai uang di masa depan. Berikut formula yang digunakan dalam kalkulator ini:

β€’ Kebutuhan Bulanan Saat Pensiun: Pengeluaran saat ini Γ— (1 + inflasi)^jumlah tahun
β€’ Target Dana Pensiun: Total kebutuhan bulanan Γ— 12 bulan Γ— asumsi masa pensiun (20 tahun)
β€’ Tabungan Rutin per Bulan: Target dana dibagi hasil akumulasi cicilan majemuk (anuitas), mempertimbangkan return investasi tahunan.

Aturan praktis *withdrawal rate* 4% menyebut bahwa Anda dapat menarik 4% dari total dana pensiun setiap tahunnya secara aman tanpa menguras pokok investasi hingga akhir hayat. Dengan kata lain, target dana ideal setara 25 kali pengeluaran tahunan Anda saat memasuki masa pensiun.

Contoh Skenario Simulasi Pensiun Pekerja Usia 30 Tahun

Kasus: Andi, 30 tahun, ingin pensiun di usia 55

Pengeluaran bulanan Rp 8 juta, asumsi inflasi 4%/tahun, return investasi 8%/tahun, masa pensiun diestimasi 20 tahun.

β€’ Pengeluaran Bulanan Tahun ke-25: Rp 8.000.000 Γ— (1,04)^25 = Rp 21.300.000
β€’ Kebutuhan Tahunan: Rp 21.300.000 Γ— 12 = Rp 255.600.000
β€’ Target Dana (Γ—20 tahun): Β± Rp 5,1 miliar hingga Rp 9,7 miliar bergantung asumsi masa pensiun
β€’ Tabungan Rutin per Bulan: Β± Rp 10,2 juta per bulan dengan return 8%

Strategi Mengamankan Masa Pensiun Sejak Dini

Perencanaan pensiun yang matang memerlukan disiplin dan strategi yang tepat agar target tercapai tanpa mengorbankan kualitas hidup hari ini:

1. Manfaatkan Program DPLK dengan Iuran BersamaInvestigasi apakah perusahaan menyediakan fasilitas DPLK dengan skema iuran bersama. Seluruh iuran pemberi kerja otomatis menjadi tambahan tabungan pensiun gratis bagi Anda.
2. Alokasikan Minimal 15-20% Penghasilan untuk Masa DepanSetelah dipotong pajak via Kalkulator PPh 21 TER, sisihkan minimal 15% dari gaji bersih untuk investasi pensiun sebelum dibelanjakan.
3. Bandingkan Instrumen Investasi Sesuai Profil RisikoUntuk horizon 20+ tahun, alokasi dominan saham memberi return tertinggi. Kurangi porsi aset berisiko mendekati usia pensiun secara bertahap (*glide path*).
4. Waspadai Inflasi Gaya Hidup (Lifestyle Inflation)Hitung kebutuhan bulanan riil Anda saat ini dan lunasi utang konsumtif sebelum menambah kewajiban baru, gunakan Kalkulator Dana Darurat untuk menjaga stabilitas kas.

Kesalahan Umum dalam Persiapan Dana Pensiun

Banyak pekerja mengandalkan sepenuhnya pada pesangon atau BPJS tanpa menghitung celah kebutuhan riil. Kesalahan lain adalah menunda investasi hingga usia 40-an, menganggap pensiun masih jauh, serta menarik dana pensiun lebih awal (JHT) untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli kendaraan. Padahal, dana JHT yang diambil dini adalah tabungan hari tua yang tidak bisa dikembalikan nilainya.

Selain itu, mengabaikan faktor inflasi dalam perhitungan target menjadi kesalahan paling fatal. Uang yang terasa besar hari ini bisa jadi jauh tidak cukup 25 tahun mendatang. Dengan menggunakan kalkulator ini, Anda dapat memverifikasi secara berkala apakah strategi pensiun Anda masih berada di jalur yang tepat atau perlu penyesuaian.

Rumus Lengkap Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun Secara Manual

Banyak orang menganggap perhitungan dana pensiun itu rumit karena melibatkan banyak angka. Padahal, inti perhitungannya hanya bertumpu pada tiga variabel utama: pengeluaran tahunan saat ini, tingkat inflasi rata-rata, dan horizon waktu hingga pensiun. Dengan memahami rumus dasarnya, Anda bisa menghitung sendiri tanpa alat bantu, sehingga hasilnya lebih personal dan bisa langsung disesuaikan dengan kondisi keuangan Anda.

Langkah pertama adalah menghitung nilai pengeluaran tahunan di masa depan menggunakan konsep future value dengan efek inflasi majemuk. Rumusnya: FV = PV Γ— (1 + i)n, di mana PV adalah pengeluaran tahunan saat ini, i adalah asumsi inflasi tahunan, dan n adalah jumlah tahun menuju pensiun. Langkah kedua, kalikan hasil FV tersebut dengan angka pengali berdasarkan safe withdrawal rate, umumnya 25 kali jika menggunakan asumsi withdrawal 4% per tahun. Hasil akhir inilah yang menjadi target dana pensiun Anda.

Contoh nyata: seorang karyawan berusia 35 tahun memiliki pengeluaran tahunan Rp96 juta (Rp8 juta per bulan). Dengan asumsi inflasi 3,5% per tahun dan target pensiun di usia 60 tahun (n = 25 tahun), maka FV = 96.000.000 Γ— (1,035)25 β‰ˆ Rp96 juta Γ— 2,363 = Rp226,85 juta per tahun. Dikalikan 25, target dana pensiunnya sekitar Rp5,67 miliar. Angka ini terlihat besar, tetapi wajar karena harus menopang 20-25 tahun masa pensiun dengan daya beli yang setara.

Dari target tersebut, Anda bisa menghitung kebutuhan tabungan bulanan menggunakan rumus anuitas future value. Jika diasumsikan hasil investasi 8% per tahun (di atas inflasi), maka tabungan bulanan yang diperlukan sekitar Rp6,8 juta hingga Rp7,2 juta per bulan selama 25 tahun. Angka ini tentunya bisa ditekan dengan memulai lebih awal, menaikkan imbal hasil, atau mengurangi gaya hidup saat ini. Perhitungan manual ini juga berguna untuk memverifikasi hasil kalkulator, memastikan tidak ada asumsi yang keliru.

Perlu diingat, pengeluaran tahunan di masa pensiun biasanya tidak sama dengan saat ini. Banyak pakar menyarankan asumsi 70-80% dari pengeluaran pra-pensiun karena beberapa pos seperti transportasi kerja dan cicilan sudah berakhir. Namun, biaya kesehatan justru cenderung naik, sering melampaui inflasi umum. Karena itu, gunakan perhitungan manual ini sebagai dasar, lalu tambahkan bantalan sekitar 10-15% untuk mengantisipasi lonjakan biaya kesehatan di usia lanjut.

Studi Kasus Riil: Pasangan Karyawan di Jakarta Berusia 32 Tahun

Untuk memberi gambaran yang lebih konkret, simak studi kasus pasangan suami-istri berinisial B dan S yang tinggal di Jakarta. Keduanya berusia 32 tahun, bekerja sebagai karyawan swasta dengan total penghasilan gabungan Rp35 juta per bulan bersih setelah dipotong Pajak PPh 21 (TER 2026). Mereka memiliki satu anak berusia 3 tahun, sudah punya rumah dengan cicilan KPR Rp7,5 juta per bulan, dan mobil yang masih dicicil Rp4 juta per bulan.

Pengeluaran bulanan total pasangan ini sekitar Rp24 juta, sehingga pengeluaran tahunan mencapai Rp288 juta. Setelah dikurangi cicilan KPR dan mobil yang akan lunas dalam 13-15 tahun, pengeluaran inti saat pensiun mereka asumsikan Rp17 juta per bulan (dalam nilai uang hari ini), atau Rp204 juta per tahun. Dengan asumsi inflasi 4% dan target pensiun di usia 60 tahun (28 tahun lagi), maka FV = 204.000.000 Γ— (1,04)28 β‰ˆ Rp204 juta Γ— 3,0 = Rp612 juta per tahun. Dikalikan 25, target dana pensiun mereka sekitar Rp15,3 miliar.

Untuk mencapai angka tersebut, mereka perlu menabung sekitar Rp13-15 juta per bulan dengan asumsi imbal hasil investasi 8% per tahun. Ini setara 40% dari penghasilan bulanan gabungan mereka, sebuah angka yang cukup berat. Karena itu, strategi realistis mereka adalah: (1) menaikkan porsi investasi setelah cicilan KPR dan mobil lunas sekitar 13 tahun lagi, (2) menggunakan uang pesangon atau bantalan tunai sebagai akselerator jika terjadi PHK, dan (3) mempertimbangkan pendapatan pasif dari properti atau usaha sampingan yang tidak terikat waktu kerja.

Dalam perencanaan ini, mereka juga perlu memperhitungkan potensi penerimaan lain seperti manfaat Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan yang akan memberi arus kas bulanan seumur hidup, meskipun nilainya terbatas. Untuk memproyeksikan hak pesangon jika terjadi pemutusan hubungan kerja sebelum pensiun normal, mereka bisa menggunakan Kalkulator Pesangon PHK sebagai gambaran bantalan dana darurat jangka panjang. Sementara untuk merencanakan pembelian properti kedua yang bisa menjadi sumber pendapatan sewa di masa tua, Simulasi KPR Rumah bisa membantu menghitung kemampuannya.

Perbandingan Instrumen Investasi untuk Dana Pensiun di Indonesia

Memilih instrumen investasi yang tepat sangat menentukan apakah target dana pensiun Anda bisa tercapai tepat waktu. Setiap instrumen memiliki karakteristik imbal hasil, risiko, likuiditas, dan perlakuan pajak yang berbeda. Berikut perbandingan ringkas beberapa instrumen yang umum digunakan masyarakat Indonesia untuk tujuan pensiun jangka panjang.

Instrumen Estimasi Imbal Hasil/Tahun Profil Risiko Cocok Untuk
Deposito Bank 3,5% - 5% Sangat rendah Dana darurat < 5 tahun
Obligasi Negara (SBN) 5,5% - 7% Rendah-sedang Horizon 5-10 tahun
Reksa Dana Campuran 7% - 10% Sedang Horizon 10-20 tahun
Reksa Dana Saham / ETF 8% - 12% Tinggi Horizon > 20 tahun
Saham Individu Bervariasi, bisa negatif Sangat tinggi Investor berpengalaman
Properti Sewa 6% - 10% (sewa + apresiasi) Sedang, tidak likuid Diversifikasi aset

Untuk tujuan pensiun jangka panjang, mayoritas perencana keuangan merekomendasikan kombinasi reksa dana saham/ETF sebagai mesin pertumbuhan utama, ditambah obligasi negara sebagai penstabil. Strategi ini populer dengan istilah alokasi 80/20 atau 70/30, menyesuaikan toleransi risiko masing-masing. Semakin mendekati usia pensiun, porsi obligasi harus ditambah untuk melindungi nilai portofolio dari gejolak pasar saham yang tajam.

Dari sisi pajak, keuntungan investasi di Indonesia umumnya bukan objek pajak baru selama belum direalisasikan. Namun saat pencairan, ada kewajiban yang perlu diperhitungkan. Bagi pemilik usaha kecil yang juga menabung untuk pensiun dari keuntungan bisnisnya, pemahaman atas Kalkulator PPh Final UMKM akan membantu memisahkan porsi pajak usaha dari alokasi investasi pensiun secara lebih disiplin.

Mulai dari Instrumen Sederhana Tidak perlu langsung memilih saham individu. Mulai dari reksa dana indeks atau ETF yang biaya kelolanya rendah, lalu tambahkan instrumen lain seiring meningkatnya pemahaman dan modal.
Disiplin Auto-Debit Bulanan Otomatiskan transfer ke rekening investasi setiap tanggal gajian. Konsistensi menyetor lebih menentukan hasil akhir dibanding memilih waktu masuk pasar yang sempurna.
Review Alokasi Setiap Tahun Rebalance portofolio tiap tahun agar porsi aset berisiko dan konservatif tetap sesuai profil. Sekaligus kesempatan menghitung ulang target pensiun dengan asumsi inflasi dan imbal hasil terbaru.

Pertanyaan Paling Sering Diajukan Seputar Dana Pensiun (FAQ)

Q: Berapa besar dana pensiun yang ideal?

Aturan 4% withdrawal rate menyebut target dana pensiun ideal setara 25 kali pengeluaran tahunan Anda saat memasuki masa pensiun.

Q: Kapan sebaiknya mulai menabung dana pensiun?

Sedini mungkin, idealnya sejak usia 20-an. Semakin panjang jangka waktu, semakin besar kekuatan bunga berbunga sehingga beban tabungan bulanan menjadi lebih ringan.

Q: Apa saja sumber dana pensiun di Indonesia?

Tiga pilar: Jaminan Sosial Wajib (BPJS JHT & JP), Program Pensiun Pemberi Kerja (DPLK), dan Simpanan Sukarela Pribadi (investasi mandiri).

Q: Apa itu FIRE dalam perencanaan keuangan?

Financial Independence, Retire Early adalah gerakan bebas finansial dengan mengumpulkan aset produktif 25 kali pengeluaran tahunan agar hasil investasinya mampu membiayai hidup tanpa bekerja lagi.

Memahami Program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan

Program Jaminan Pensiun (JP) yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat berupa uang pensiun bulanan yang dibayarkan seumur hidup kepada peserta yang telah mencapai usia pensiun. Iuran JP ditanggung bersama: 2% dari pemberi kerja dan 1% dari pekerja, dihitung dari upah dengan batas plafon yang disesuaikan setiap tahun.

Besaran manfaat pensiun bulanan ditentukan oleh formula yang mempertimbangkan masa iuran dan upah rata-rata. Meski demikian, manfaat JP umumnya hanya mencukupi sekitar 20% hingga 40% dari penghasilan terakhir Anda. Inilah alasan mengapa dua pilar pensiun lainnyaβ€”program DPLK dan tabungan pribadiβ€”menjadi sangat krusial untuk menutup celah kebutuhan pensiun yang tersisa.

Konsep FIRE: Financial Independence, Retire Early

Gerakan FIRE (Financial Independence, Retire Early) menjadi tren global yang menginspirasi banyak anak muda untuk bebas finansial jauh sebelum usia pensiun konvensional. Prinsip dasarnya adalah mengumpulkan aset produktif sebesar 25 kali pengeluaran tahunan Anda, sehingga hasil investasi tahunannya mampu membiayai seluruh kebutuhan hidup tanpa perlu bekerja lagi.

Untuk mencapai FIRE, dibutuhkan tiga pilar utama: rasio tabungan (*savings rate*) yang tinggi minimal 50-70% dari penghasilan, gaya hidup minimalis yang menghindari konsumsi berlebihan, serta disiplin berinvestasi pada aset yang menghasilkan arus kas pasif berkelanjutan seperti saham dividen, reksa dana indeks, atau properti sewa.

Peran Asuransi Pensiun dan Anuitas dalam Menjamin Arus Kas Seumur Hidup

Selain berinvestasi mandiri, pekerja dapat memanfaatkan produk anuitas dan asuransi pensiun sebagai instrumen penjamin arus kas seumur hidup (*lifelong income*). Anuitas adalah kontrak keuangan di mana Anda menyetorkan sejumlah dana sekaligus atau bertahap, lalu menerima pembayaran berkala hingga akhir hayat. Produk ini efektif untuk mengantisipasi risiko hidup terlalu panjang (*longevity risk*) yang bisa menguras dana pensiun lebih cepat dari perkiraan.

Kelemahan utama anuitas adalah likuiditasnya yang rendah dan biaya administrasinya yang relatif tinggi. Oleh karena itu, strategi terbaik adalah mengombinasikan anuitas untuk kebutuhan pokok seumur hidup dengan portofolio investasi mandiri yang fleksibel untuk kebutuhan tambahan, sehingga kombinasi keduanya menciptakan bantalan finansial yang seimbang di masa pensiun.

Menghitung Ulang Target Pensiun Setiap Tahun: Langkah Adaptif

Target dana pensiun bukan angka statis. Ia harus ditinjau ulang setidaknya setahun sekali seiring perubahan kondisi ekonomi, keluarga, dan karier Anda. Faktor-faktor yang dapat menggeser target antara lain: kenaikan biaya hidup aktual yang melampaui asumsi inflasi, bertambahnya tanggungan keluarga, perubahan rencana usia pensiun, hingga pergeseran strategi investasi.

Dengan mengevaluasi target secara berkala dan menyesuaikan nominal tabungan bulanan menggunakan kalkulator ini, Anda memastikan perencanaan pensiun tetap realistis dan dapat dijalankan. Ingatlah bahwa konsistensi menabung jauh lebih penting daripada nominal besar sesekali, karena kekuatan bunga berbunga bekerja paling optimal melalui jangka waktu yang panjang. Semakin dini Anda mulai dan semakin disiplin Anda mempertahankannya, semakin ringan langkah menuju kebebasan finansial di masa senja.

Faktor Risiko yang Wajib Diantisipasi di Masa Pensiun

Masa pensiun membawa sederet risiko finansial yang perlu diantisipasi dengan strategi matang agar kualitas hidup tetap terjaga:

  • Risiko Inflasi Jangka Panjang: Daya beli dana pensiun tergerus setiap tahun. Inilah mengapa return investasi harus berada di atas laju inflasi agar nilai riil dana tetap terjaga sepanjang 20-30 tahun masa pensiun.
  • Risiko Biaya Kesehatan Melonjak: Biaya medis cenderung naik 10-14% per tahun, jauh di atas inflasi umum. Siapkan asuransi kesehatan yang tetap aktif di usia lanjut dan sisihkan pos khusus biaya pengobatan.
  • Risiko Hidup Terlalu Panjang (Longevity): Harapan hidup masyarakat Indonesia terus meningkat. Jika dana pensiun habis sementara Anda masih hidup, inilah yang disebut risiko terbesar yang harus dihindari.
  • Risiko Kesehatan Menurun Sebelum Pensiun: Penyakit kritis di usia produktif dapat menghentikan penghasilan lebih awal dari rencana, sehingga perlindungan asuransi kesehatan dan jiwa menjadi mutlak.
πŸ’°

Kalkulator Terkait

Alat lain dalam kategori Keuangan & Pajak yang mungkin Anda butuhkan

πŸ’Ό
Kalkulator Pajak PPh 21 (TER 2026)
Hitung potongan pajak penghasilan bulanan resmi tarif efektif rata-rata (TER Kategori A, B, C) sesuai PP 58/2023 & PMK 168/2023.
🏑
Kalkulator KPR Rumah
Kalkulasi angsuran bulanan KPR, simulasi suku bunga fixed & floating perbankan nasional, serta estimasi rincian biaya awal.
πŸ’Ό
Kalkulator Pesangon PHK
Simulasi perhitungan uang pesangon, UPMK, UPH, dan kompensasi PHK berdasarkan PP Nomor 35 Tahun 2021 dan UU Cipta Kerja terbaru.
🧾
Kalkulator PPN
Hitung nilai Pajak Pertambahan Nilai (PPN), harga sebelum pajak (DPP), dan harga akhir include PPN secara instan sesuai UU HPP.
πŸͺ
Kalkulator PPh Final UMKM
Simulasi pajak penghasilan final PP 55/2022 lengkap dengan fasilitas omzet s.d. Rp 500 juta bebas pajak bagi Wajib Pajak Orang Pribadi.
πŸš—
Kalkulator Kredit Kendaraan
Hitung cicilan bulanan, bunga flat, dan Total Down Payment (TDP) kredit mobil & motor termasuk asuransi dan administrasi.
πŸ’°
Kalkulator Bunga Deposito
Simulasi imbal hasil deposito perbankan, potongan pajak PPh final 20% (saldo > Rp 7,5 juta), dan proteksi bunga penjaminan LPS.
πŸ›‘οΈ
Kalkulator Dana Darurat
Hitung kebutuhan dana darurat ideal berdasarkan status keluarga, pengeluaran bulanan, dan profil risiko pekerjaan Anda.
πŸ•Œ
Kalkulator Zakat
Hitung nisab 85 gram emas, kewajiban zakat profesi bulanan, dan zakat harta simpanan sesuai fatwa MUI dan regulasi BAZNAS.
πŸ“‰
Kalkulator Inflasi
Hitung penyusutan daya beli uang di masa depan (Future Value) dan prediksi kenaikan harga barang berdasarkan laju inflasi tahunan.
πŸ’΅
Kalkulator Gaji Bersih
Hitung gaji bersih yang masuk ke rekening setelah dipotong BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan PPh 21 skema TER 2026.
🦺
Kalkulator BPJS Ketenagakerjaan
Hitung iuran BPJS Ketenagakerjaan porsi perusahaan dan karyawan, simulasi saldo JHT, serta manfaat Jaminan Pensiun.
πŸ“ˆ
Kalkulator Margin Keuntungan
Hitung margin laba, markup harga jual, dan penentuan harga produk UMKM secara akurat berdasarkan biaya produksi.
βš–οΈ
Kalkulator BEP Usaha
Hitung titik impas dalam unit dan rupiah serta margin kontribusi produk untuk perencanaan bisnis yang sehat.
🏦
Kalkulator Target Tabungan
Hitung tabungan bulanan yang dibutuhkan untuk mencapai target finansial tertentu dengan mempertimbangkan bunga majemuk.
🎁
Kalkulator THR
Hitung THR proporsional sesuai Permenaker 6/2016 dan estimasi potongan pajaknya. Cocok untuk karyawan tetap, kontrak, dan pekerja harian lepas.
🏍️
Kalkulator Pajak Motor (PKB)
Hitung PKB tahunan, opsen pajak, dan simulasi tarif progresif kendaraan ke-2 dst sesuai UU HKPD. Dilengkapi SWDKLLJ Jasa Raharja.
⏰
Kalkulator Denda Pajak Kendaraan
Estimasi denda PKB 2% per bulan (maks 48%) dan denda SWDKLLJ 25% akibat keterlambatan pembayaran pajak kendaraan.
🏠
Kalkulator BPHTB Properti
Hitung Bea Perolehan Hak atas Tanah & Bangunan (BPHTB) 5% saat beli rumah, termasuk pengurangan NJOPTKP dan keringanan waris/hibah.
πŸ“¦
Kalkulator HPP UMKM
Hitung harga pokok produksi/penjualan, biaya per unit, dan harga jual ideal berdasarkan target margin keuntungan untuk UMKM.
πŸ“ˆ
Kalkulator Bunga Majemuk
Proyeksi pertumbuhan tabungan & investasi dengan efek compounding, frekuensi bunga, dan setoran rutin bulanan.
🧑
Kalkulator Biaya Shopee
Hitung biaya admin Shopee per kategori produk, gratis ongkir, dan profit bersih penjual setelah HPP. Data biaya terpusat & mudah di-update.
🎡
Kalkulator Biaya TikTok Shop
Hitung biaya komisi TikTok Shop per kategori, biaya promosi, dan profit bersih penjual setelah HPP. Cocok untuk seller affiliate & live shopping.
🟒
Kalkulator Biaya Tokopedia
Hitung biaya komisi Tokopedia per kategori, biaya layanan, dan profit bersih penjual setelah HPP. Termasuk skema Power Merchant.
🧾
Kalkulator Pajak Marketplace
Estimasi PPh 22 yang dipungut marketplace atas penjualan online (PMSE). Terpisah dari biaya admin platform.
🏑
Kalkulator PBB
Estimasi PBB terutang per tahun dari NJOP bumi & bangunan, NJOPTKP, dan tarif PBB-P2 sesuai UU HKPD.
πŸ“œ
Kalkulator Waris Faraid
Estimasi pembagian harta warisan menurut hukum faraid (dzawil furud & ashabah) untuk ahli waris inti.
πŸ›οΈ
Kalkulator Perbandingan PayLater
Bandingkan cicilan, bunga, biaya layanan, dan total bayar Kredivo, SPayLater, TikTok PayLater, GoPay Later, Akulaku, Home Credit, Indodana, Atome & lainnya dalam satu kali hitung.