Logo Kalkulatorin
kalkulatorin
๐Ÿ“ˆ

Kalkulator ROI & Keuntungan Sewa Properti

Hitung gross & net rental yield, cap rate, capital gain, total ROI, sampai cash-on-cash return bila memakai KPR. Untuk menghitung angsuran pembiayaannya, pakai Kalkulator Simulasi KPR.

Rp
BPHTB, notaris/PPAT, balik nama, provisi
IPL, maintenance, pajak, asuransi
%
Opsional, isi 0 bila belum dijual
Total ROI Selama Kepemilikan
0% total
Menunggu hitungan
Gross Yield: 0%
Net Yield: 0%
Cap Rate: 0%
ROI Tahunan: 0%
Pendapatan sewa bruto:Rp 0
Pendapatan sewa bersih:Rp 0
Capital gain:Rp 0
Total investasi (all-in):Rp 0
Total keuntungan:Rp 0
Cicilan KPR / bulan:โ€”
Cash-on-cash return:โ€”
Payback period:โ€”
๐Ÿ›Ÿ
Ada yang salah dengan hasil hitungannya? Laporkan ke kami โ€” kami cek & perbaiki.

Konsep & Definisi: Yield, Cap Rate, ROI, dan Cash-on-Cash

Investasi properti bukan sekadar membeli bangunan lalu berharap harganya naik. Agar keputusan pembelian objektif dan tidak berbasis perasaan, Anda perlu memahami empat metrik utama yang digunakan analis properti, bank penilai (KJPP), dan investor institusi di seluruh dunia: gross rental yield, net rental yield, cap rate, dan return on investment (ROI). Keempatnya menjawab pertanyaan berbeda, dan sering kali kesalahan investor pemula adalah menyamakan semuanya menjadi satu angka tunggal.

Gross rental yield adalah rasio paling kasar, yaitu pendapatan sewa setahun dibagi harga beli properti. Angka ini berguna untuk penyaringan awal membandingkan dua properti secara cepat, tetapi belum memasukkan biaya apa pun sehingga cenderung terlalu optimistis. Net rental yield memperbaiki kelemahan itu dengan mengurangkan biaya operasional tahunan (IPL, maintenance, pajak bumi dan bangunan, asuransi, serta mengosongkan unit alias vacancy allowance) dari pendapatan sewa, lalu membandingkannya dengan total investasi all-in termasuk biaya akuisisi. Di sisi lain, cap rate mengukur imbal hasil aset secara murni dengan membagi net operating income (NOI) dengan harga properti, sengaja mengabaikan struktur pembiayaan sehingga dua properti dapat dibandingkan dengan basis yang sama.

ROI memiliki cakupan paling luas karena menghitung total keuntungan dari pendapatan sewa bersih plus capital gain hasil selisih harga jual dikurangi harga beli, dibagi total modal yang dikeluarkan. Terakhir, cash-on-cash return khusus menghitung pengembalian atas uang tunai yang benar-benar Anda setorkan, bukan atas nilai properti. Bila Anda membeli properti Rp 1 miliar dengan DP 20% (Rp 200 juta), maka cash-on-cash return dihitung dari Rp 200 juta itu โ€” di sinilah utang (leverage) dapat memperbesar persentase imbal hasil, namun sekaligus memperbesar risiko. Untuk memproyeksikan nilai dana Anda di instrumen lain sebagai pembanding, gunakan Kalkulator Bunga Majemuk.

Perlu dicatat bahwa properti residensial di Indonesia juga menanggung kewajiban pajak. Sewa tanah dan bangunan (PPh final 10%) serta BPHTB saat perolehan hak atas tanah adalah komponen riil yang mengurangi imbal hasil. Besaran pajak bumi dan bangunan dapat diperkirakan melalui Kalkulator PBB, sedangkan beban BPHTB maupun honorarium PPAT masuk ke pos biaya akuisisi pada panel input di atas.

Formula & Rumus Manual Perhitungan ROI Properti

Seluruh perhitungan di kalkulator ini mengikuti rumus standar analisis properti yang digunakan konsultan dan bank penilai. Anda dapat memverifikasi hasilnya sendiri dengan langkah berikut:

Ringkasan Rumus
Gross Yield = (Sewa Bulanan ร— 12 ร— Okupansi) / Harga Beli ร— 100%
NOI = (Sewa ร— 12 ร— Okupansi) โˆ’ (Biaya Ops ร— 12)
Net Yield = NOI / Total Investasi ร— 100%
Cap Rate = NOI / Harga Beli ร— 100%
Capital Gain = Harga Jual โˆ’ Harga Beli
Total ROI = (Pendapatan Bersih + Capital Gain) / Total Investasi ร— 100%
Cash-on-Cash = (NOI โˆ’ Angsuran KPR) / Uang Muka ร— 100%

Keterangan notasi penting:

  • Total Investasi: Harga beli + biaya akuisisi (BPHTB, notaris/PPAT, balik nama, provisi bank). Inilah "modal all-in" yang sesungguhnya, bukan hanya harga iklan properti.
  • Okupansi: persentase bulan efektif unit terisi. Okupansi 92% artinya properti kosong ยฑ1 bulan dalam setahun, dan sewa tahunan harus dikalikan 0,92 agar proyeksi tidak terlalu manis.
  • NOI (Net Operating Income): pendapatan sewa efektif dikurangi seluruh biaya operasional tahunan, sebelum memperhitungkan cicilan pokok dan bunga KPR.
  • ROI Tahunan: Total ROI dibagi lama kepemilikan (tahun), agar Anda bisa membandingkan dengan imbal hasil deposito per tahun. Untuk benchmark risiko rendah, simak Kalkulator Bunga Deposito sebagai pembanding (opportunity cost).

Contoh Studi Kasus: Kos, Ruko, dan Apartemen

Kasus 1: Rumah Kos 8 Kamar di Bandung โ€” Rp 800 Juta

Bu Ratna membeli rumah dua lantai untuk dijadikan kos 8 kamar seharga Rp 800.000.000 dengan biaya akuisisi (BPHTB, notaris, balik nama) Rp 45.000.000. Sewa per kamar Rp 800.000/bulan sehingga potensi sewa penuh Rp 6.400.000/bulan. Okupansi realistis 90%, biaya operasional (listrik air area bersama, kebersihan, perbaikan) Rp 900.000/bulan. Setelah 5 tahun dijual Rp 1.050.000.000.

โ€ข Sewa efektif tahunan: Rp 6.400.000 ร— 12 ร— 90% = Rp 69.120.000
โ€ข NOI tahunan: Rp 69.120.000 โˆ’ (Rp 900.000 ร— 12) = Rp 58.320.000
โ€ข Gross Yield: Rp 69.120.000 / Rp 800.000.000 = 8,64%
โ€ข Total investasi: Rp 800.000.000 + Rp 45.000.000 = Rp 845.000.000
โ€ข Net Yield: Rp 58.320.000 / Rp 845.000.000 = 6,90%
โ€ข Cap Rate: Rp 58.320.000 / Rp 800.000.000 = 7,29%
โ€ข Pendapatan sewa bersih 5 tahun: Rp 291.600.000
โ€ข Capital gain: Rp 1.050.000.000 โˆ’ Rp 800.000.000 = Rp 250.000.000
โ€ข Total ROI 5 tahun: (Rp 291.600.000 + Rp 250.000.000) / Rp 845.000.000 = 64,09% (โ‰ˆ12,8% per tahun)

Kasus 2: Ruko 2 Lantai di Surabaya โ€” Rp 1,5 Miliar dengan KPR

Pak Hendra membeli ruko di jalan ramai seharga Rp 1.500.000.000, biaya akuisisi Rp 90.000.000, disewakan Rp 15.000.000/bulan dengan okupansi 95% (penyewa kontrak jangka panjang). Biaya operasional Rp 700.000/bulan. Ia memakai KPR dengan DP 30% dan bunga 9,5% tenor 15 tahun. Setelah 10 tahun dijual Rp 2.100.000.000.

โ€ข Sewa efektif tahunan: Rp 15.000.000 ร— 12 ร— 95% = Rp 171.000.000
โ€ข NOI tahunan: Rp 171.000.000 โˆ’ Rp 8.400.000 = Rp 162.600.000
โ€ข Gross Yield: Rp 171.000.000 / Rp 1.500.000.000 = 11,40%
โ€ข Net Yield: Rp 162.600.000 / Rp 1.590.000.000 = 10,23%
โ€ข Uang muka (DP 30%): Rp 450.000.000 + biaya akuisisi Rp 90.000.000 = Rp 540.000.000
โ€ข Angsuran KPR (ยฑ tenor 15 th, bunga 9,5%): ยฑ Rp 10.960.000/bulan atau ยฑ Rp 131.500.000/tahun
โ€ข Arus kas tahunan: Rp 162.600.000 โˆ’ Rp 131.500.000 = Rp 31.100.000
โ€ข Cash-on-cash return: Rp 31.100.000 / Rp 540.000.000 = ยฑ 5,76%
โ€ข Capital gain 10 tahun: Rp 600.000.000
โ€ข Total ROI 10 tahun: (Rp 1.626.000.000 + Rp 600.000.000) / Rp 1.590.000.000 = ยฑ 140%

Kasus 3: Apartemen Studio Jakarta โ€” Rp 750 Juta

Nina membeli apartemen studio seharga Rp 750.000.000 dengan biaya akuisisi Rp 60.000.000 (provisi, BPHTB, notaris). Sewa Rp 5.500.000/bulan, namun okupansi hanya 85% karena persaingan unit sejenis tinggi. IPL dan biaya pengelolaan Rp 1.200.000/bulan menjadi beban terbesar yang sering diremehkan investor.

โ€ข Sewa efektif tahunan: Rp 5.500.000 ร— 12 ร— 85% = Rp 56.100.000
โ€ข NOI tahunan: Rp 56.100.000 โˆ’ (Rp 1.200.000 ร— 12) = Rp 41.700.000
โ€ข Gross Yield: Rp 56.100.000 / Rp 750.000.000 = 7,48%
โ€ข Total investasi: Rp 810.000.000
โ€ข Net Yield: Rp 41.700.000 / Rp 810.000.000 = 5,15%
โ€ข Payback period: Rp 810.000.000 / Rp 41.700.000 โ‰ˆ 19,4 tahun (tanpa asumsi kenaikan sewa)
โ€ข Catatan: Net yield di bawah 6% menuntut strategi sewa harian (airbnb) atau negosiasi ulang IPL agar layak bersaing dengan instrumen pendapatan tetap.

Tabel Rujukan Benchmark Yield Properti Indonesia

Angka berikut adalah rentang gross rental yield yang umum dijumpai di pasar Indonesia berdasarkan riset konsultan properti dan pengamatan transaksi. Gunakan sebagai pembanding awal; angka riil sangat bergantung pada lokasi mikro, kondisi bangunan, dan daya tawar sewa.

Jenis Properti Lokasi Umum Gross Yield Net Yield Catatan Kunci
Kos / Rumah SewaBandung, Yogyakarta, Malang7% โ€“ 10%5% โ€“ 8%Yield tertinggi, manajemen intensif per kamar
Ruko / RukanSurabaya, Bekasi, Tangerang8% โ€“ 12%6% โ€“ 9%Kontrak panjang, risiko kekosongan besar
Apartemen StudioJakarta, Surabaya, Bali5% โ€“ 8%3% โ€“ 6%IPL mahal, pasokan unit melimpah
Apartemen 2-3 BRJakarta Selatan, CBD4% โ€“ 6%2,5% โ€“ 4,5%Fokus capital gain, bukan yield
Rumah Tinggal DisewaDepok, Tangerang, Gresik4% โ€“ 7%3% โ€“ 5,5%Penyewa keluarga, turnover rendah
Tanah KosongPinggiran kota tumbuh0%0%Murni capital gain, tanpa arus kas
Properti Komersial (Villa)Bali, Bogor, Bandung9% โ€“ 14%6% โ€“ 10%Yield harian tinggi, biaya operasional tinggi
Klasifikasi ROI Tahunan Rentang Verdict Investasi
Kurang< 6%Kalah dari obligasi/deposito; cari lokasi atau tipe lain
Cukup6% โ€“ 9%Layak bila capital gain prospektif
Baik9% โ€“ 13%Menarik, sebanding dengan risiko likuiditas
Sangat Baik> 13%Periksa kewajaran harga sewa & legalitas

Tips & Panduan Investasi Properti Agar ROI Maksimal

Angka yield yang bagus di atas kertas bisa berubah menjadi kekecewaan bila eksekusi di lapangan lemah. Terapkan prinsip-prinsip berikut untuk menjaga imbal hasil tetap realistis:

1. Hitung Total Investment Cost, Bukan Hanya Harga Iklan Biaya akuisisi (BPHTB 5%, notaris/PPAT, provisi, appraisal) bisa menambah 5%โ€“10% dari harga beli dan langsung menurunkan net yield Anda. Masukkan semuanya di kolom biaya akuisisi agar ROI tidak menipu.
2. Gunakan Okupansi Konservatif, Bukan Asumsi 100% Rata-rata kekosongan unit kos dan apartemen di kota besar berkisar 8%โ€“20% per tahun. Memakai okupansi 100% adalah kesalahan paling umum yang membuat proyeksi ROI tidak pernah tercapai.
3. Perhatikan Leverage KPR Secara Sehat Hitung cicilan KPR dengan Kalkulator Simulasi KPR lalu pastikan arus kas sewa tetap positif setelah angsuran. Cash-on-cash return yang tinggi hanya bernilai bila arus kasnya tidak negatif setiap bulan.
4. Bandingkan dengan Inflasi & Instrumen Bebas Risiko ROI nominal harus dikurangi inflasi untuk mendapatkan imbal hasil riil. Cek laju inflasi terkini lewat Kalkulator Inflasi agar proyeksi capital gain tidak habis dimakan pelemahan daya beli.
5. Cek Likuiditas & Legalitas Sebelum Membeli Pastikan sertifikat bersih, tidak ada sengketa, dan lokasi memiliki permintaan sewa yang terbukti (bukan sekadar janji developer). Properti dengan yield tinggi tetapi sulit dijual kembali sebenarnya menyimpan risiko likuiditas yang besar.

Pertanyaan Paling Sering Diajukan Seputar ROI Properti (FAQ)

Q: Berapa ROI properti yang dianggap bagus di Indonesia?

Sebagai patokan, ROI tahunan (gabungan yield sewa dan kenaikan harga) di bawah 6% tergolong kurang karena kalah dari deposito atau obligasi; 6%-9% cukup layak bila capital gain prospektif; 9%-13% baik; dan di atas 13% sangat baik namun perlu dicek kewajaran harga sewa serta legalitasnya.

Q: Apa perbedaan gross rental yield, net rental yield, dan cap rate?

Gross rental yield = pendapatan sewa setahun dibagi harga beli, belum memperhitungkan biaya sama sekali. Net rental yield = pendapatan sewa dikurangi biaya operasional (IPL, maintenance, pajak) dibagi total investasi all-in termasuk biaya akuisisi, sehingga lebih realistis. Cap rate = net operating income dibagi harga beli, sengaja mengabaikan struktur pembiayaan agar dua properti bisa dibandingkan secara adil.

Q: Apakah biaya akuisisi seperti BPHTB dan notaris harus dihitung dalam ROI?

Ya, wajib. Biaya akuisisi (BPHTB 5%, honorarium notaris/PPAT, balik nama, provisi bank, dan appraisal) umumnya menambah 5%-10% dari harga beli. Bila diabaikan, net yield dan ROI akan terlihat lebih tinggi dari kenyataan, padahal seluruh dana itu benar-benar keluar dari kantong Anda.

Q: Bagaimana cara menghitung cash-on-cash return bila membeli properti dengan KPR?

Cash-on-cash return = arus kas tahunan (net operating income dikurangi total cicilan KPR setahun) dibagi total uang tunai yang Anda setorkan (DP ditambah biaya akuisisi), lalu dikali 100%. Leverage KPR dapat memperbesar persentase imbal hasil, tetapi sekaligus memperbesar risiko karena arus kas bisa negatif bila okupansi turun atau bunga naik.

Q: Mengapa tingkat okupansi harus diperhitungkan dan tidak boleh diasumsikan 100%?

Properti jarang terisi penuh sepanjang tahun. Kekosongan unit kos dan apartemen di kota besar umumnya 8%-20% per tahun, ditambah masa peralihan penyewa. Mengasumsikan okupansi 100% membuat proyeksi pendapatan sewa terlalu optimistis dan membuat target ROI tidak pernah tercapai. Pakai okupansi konservatif agar simulasi aman.

๐Ÿ—๏ธ

Kalkulator Terkait

Alat lain dalam kategori Properti & Bangunan yang mungkin Anda butuhkan

๐ŸŽจ
Kalkulator Cat Tembok
Hitung kebutuhan cat tembok dalam liter dan kaleng berdasarkan luas dinding, jumlah lapis, daya sebar, serta biaya total cat dan tenaga tukang.
๐Ÿงฑ
Kalkulator Pondasi Rumah
Hitung volume galian, pasangan pondasi batu kali, kebutuhan semen, pasir, batu belah, dan biaya total pondasi rumah tinggal.
๐Ÿ 
Kalkulator Atap Rumah
Hitung luas atap miring, kebutuhan genteng, sirap, gording, kaso, reng, dan biaya total rangka atap baja ringan atau kayu.
โšก
Kalkulator Kelistrikan Rumah
Hitung beban listrik rumah (VA), kebutuhan MCB, arus, dan ukuran kabel penghantar dari daftar peralatan elektronik Anda.
๐ŸŠ
Kalkulator Kolam Renang
Hitung volume air kolam, dosis kaporit/pH, kebutuhan pompa dan filter, serta biaya isi air dan material dinding kolam.
๐ŸŸ
Kalkulator Kolam Ikan
Hitung volume kolam ikan, daya tampung (padat tebar), kebutuhan pakan harian, dan estimasi biaya produksi budidaya lele/nila/gurame.
๐Ÿ“œ
Kalkulator Biaya Notaris
Hitung estimasi biaya notaris & PPAT saat beli rumah: BPHTB 5%, PPh Final penjual 2,5%, honorarium notaris, biaya AJB, dan balik nama sertifikat BPN.
โฉ
Kalkulator Extra Payment KPR
Hitung penghematan bunga dan pemangkasan tenor KPR dari extra payment bulanan, dengan opsi perpendek tenor atau perkecil cicilan serta tabel perbandingan simulasi amortisasi.
โš–๏ธ
Kalkulator Sewa vs Beli Rumah
Bandingkan total biaya beli rumah (KPR, BPHTB, PBB, maintenance, opportunity cost DP) versus total biaya sewa bereskalasi untuk menemukan opsi paling menguntungkan.
๐Ÿ•Œ
Kalkulator KPR Syariah
Hitung angsuran bulanan, total margin keuntungan, dan total harga jual KPR Syariah untuk akad Murabahah, Musyarakah Mutanaqisah (MMQ), dan IMBT lengkap dengan rincian per akad.
๐Ÿงฎ
Kalkulator Total Biaya Beli Rumah
Hitung total biaya beli rumah secara all-in: DP, BPHTB 5%, biaya notaris/PPAT, provisi bank, asuransi, total dana awal, hingga total biaya kepemilikan.
๐Ÿ“Š
Kalkulator Amortisasi KPR
Susun tabel amortisasi KPR lengkap per bulan: cicilan anuitas, porsi pokok, porsi bunga, dan sisa saldo utang, lengkap dengan total bunga dan total pembayaran hingga lunas.
๐Ÿงฑ
Kalkulator Beton Cor
Hitung volume beton, berat, kebutuhan semen, pasir, kerikil, dan estimasi biaya pengecoran berdasarkan dimensi dan mutu beton K-175 hingga K-300.
โ›๏ธ
Kalkulator Galian Tanah
Hitung volume galian tanah asli, volume tanah gembur setelah digali, volume urugan kembali, kebutuhan truk buangan, dan estimasi biaya galian pondasi.
๐Ÿงฑ
Kalkulator Hebel
Hitung luas dinding, jumlah hebel (pcs), volume kubikasi, kebutuhan lem mortar, dan estimasi biaya pasang bata ringan dari dimensi dinding dan ukuran hebel.
๐Ÿ™๏ธ
Kalkulator KDB KLB KDH
Hitung batas luas lantai dasar (KDB), total lantai bangunan (KLB), jumlah lantai maksimal, dan luas area hijau minimum (KDH) sesuai aturan tata ruang.
๐Ÿ”ฒ
Kalkulator Keramik Lantai
Hitung kebutuhan keramik lantai dalam satuan piece dan dus, estimasi biaya, serta kebutuhan lem perekat berdasarkan luas ruangan, ukuran keramik, dan waste allowance.
๐Ÿ˜๏ธ
Kalkulator KPR Subsidi FLPP
Simulasi KPR bersubsidi FLPP: plafon kredit, cicilan tetap bulanan, total pembayaran, syarat penghasilan maksimum, serta perbandingan dengan KPR komersial berbunga sekitar 11%.
๐Ÿšช
Kalkulator Kusen
Hitung total panjang kusen, kebutuhan bahan kayu/aluminium/uPVC, jumlah daun pintu dan jendela, luas kaca, serta estimasi biaya dari ukuran bukaan.
๐Ÿข
Kalkulator NJOP
Hitung NJOP tanah, NJOP bangunan, NJOP total, nilai setelah NJOPTKP, estimasi PBB tahunan, dan harga jual wajar properti Anda.
๐Ÿงฑ
Kalkulator Pagar Rumah
Hitung luas pagar, kebutuhan batako/bata, semen, pasir, besi tulangan, plester-aci, dan estimasi total biaya untuk pagar batako, besi hollow, atau besi tempa.
๐Ÿงฑ
Kalkulator Paving Block
Hitung luas area paving, kebutuhan paving block (pcs), kanstin tepi, pasir alas, dan estimasi total biaya pemasangan jalan setapak atau halaman.
๐Ÿ”ณ
Kalkulator Plafon Gypsum
Hitung luas plafon, kebutuhan lembar gypsum, rangka hollow, sekrup, serta estimasi total biaya pemasangan plafon gypsum dari dimensi ruangan.
๐Ÿ˜๏ธ
Kalkulator PPh Jual Beli Rumah
Hitung PPh Final 2,5% penjual atas pengalihan hak atas tanah/bangunan sesuai PP 34/2016, termasuk dasar pengenaan (harga vs NJOP), tarif 1% RSS, pengecualian waris/hibah, dan net diterima penjual.
๐Ÿ 
Kalkulator PPh Sewa Properti
Hitung PPh final 10% atas sewa tanah dan bangunan sesuai PP 34/2017, PPN 11% bila PKP, serta penghasilan bersih pemilik per bulan dan per tahun.
๐Ÿข
Kalkulator Biaya Apartemen
Hitung IPL per mยฒ, sinking fund, biaya listrik & air, biaya parkir, total biaya bulanan dan tahunan, biaya kepemilikan 5 tahun, serta perbandingan sewa vs biaya kepemilikan apartemen.
๐Ÿ“œ
Kalkulator IMB / PBG
Hitung estimasi retribusi PBG dari index terintegrasi, luas lantai, harga satuan retribusi, dan tingkat penggunaan, ditambah biaya konsultan, pengesahan gambar, pengawasan, serta total biaya persetujuan bangunan gedung.
๐Ÿ› ๏ธ
Kalkulator Renovasi Rumah
Hitung breakdown biaya renovasi rumah per pekerjaan (perluasan, atap, keramik, cat, plafon, kusen, sanitasi, listrik), biaya per mยฒ, total material + upah, buffer 10โ€“15%, dan perbandingan renovasi vs bangun baru.
๐Ÿšฐ
Kalkulator Saluran Air
Hitung kebutuhan pipa (batang 4 m), dimensi pipa optimal ยฝ"โ€“1", debit air, head loss, kebutuhan fitting, volume tandon, dan total biaya material saluran air rumah.
๐Ÿšฝ
Kalkulator Septic Tank
Hitung volume septic tank ideal (mยณ), dimensi Pร—Lร—T, kapasitas pemakai, waktu penuh, serta biaya material dan upah galian sesuai SNI 03-2398-2002.
๐ŸŒฟ
Kalkulator Taman & Rumput
Hitung luas taman, kebutuhan rumput (mยฒ + waste 5โ€“10%), tanah top soil, bibit/polybag, pupuk, tanaman pagar, pasir/kerikil, biaya tenaga kerja, dan total anggaran lanskap rumah.