Logo Kalkulatorin
kalkulatorin
👶

Kalkulator Stunting & Status Gizi Balita

Cek status gizi anak (TB/U, BB/U, BB/TB) sesuai standar WHO & Kemenkes. Pantau juga tumbuh kembang dari sisi berat badan di Kalkulator Berat Badan Ideal.

Untuk anak usia 0–24 bulan, gunakan panjang badan berbaring; 24–60 bulan gunakan tinggi badan berdiri.

Status Gizi (TB/U)
Normal
Tidak Stunting
Median Tinggi WHO (usia ini): 87,1 cm
Status Berat/Usia (BB/U): Gizi Baik
Rekomendasi: Pertahankan gizi seimbang

Kalkulasi berbasis pendekatan tabel antropometri WHO. Untuk diagnosis resmi, konsultasikan ke posyandu/dokter anak.

Apa Itu Stunting dan Mengapa Menjadi Prioritas Nasional?

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun). Anak stunting memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari standar usianya, disertai gangguan perkembangan kognitif dan motorik yang bersifat permanen serta sulit diperbaiki di kemudian hari.

Pemerintah Indonesia menjadikan penurunan stunting sebagai program prioritas nasional, dengan target prevalensi di bawah 14%. Stunting tidak sekadar soal tinggi badan, melainkan indikator kualitas sumber daya manusia masa depan. Penelitian menunjukkan anak stunting berisiko lebih rendah prestasi akademisnya, pendapatan saat dewasa, dan lebih rentan penyakit degeneratif.

Indeks Antropometri: TB/U, BB/U, dan BB/TB

Penilaian status gizi anak menggunakan tiga indeks utama berdasarkan standar WHO (dalam bentuk Z-score / standar deviasi):

IndeksMengukurKategori Masalah
TB/U (Tinggi per Usia)Stunting / pendekSangat pendek (<−3 SD), Pendek (−3 s.d. −2 SD)
BB/U (Berat per Usia)Gizi kurang / burukGizi buruk (<−3 SD), Gizi kurang (−3 s.d. −2 SD)
BB/TB (Berat per Tinggi)Wasting / kurusSangat kurus (<−3 SD), Kurus (−3 s.d. −2 SD)

Indeks TB/U adalah yang paling relevan untuk identifikasi stunting. Anak disebut pendek bila nilai Z-score tinggi-menurut-usia berada di bawah −2 standar deviasi dari median WHO, dan sangat pendek bila di bawah −3 SD.

Penyebab Stunting: Gizi, Sanitasi, dan Pengasuhan

Stunting bukan hanya soal kurang makan. Faktor penyebabnya bersifat multifaktor:

  • Gizi ibu saat hamil: Kurang gizi dan anemia saat kehamilan menghambat pertumbuhan janin (stunting sejak dalam kandungan).
  • ASI dan MP-ASI tidak optimal: ASI eksklusif 6 bulan dan pemberian MP-ASI bergizi pada usia 6 bulan sangat menentukan.
  • Infeksi berulang: Diare dan infeksi saluran pernapasan yang sering menguras zat gizi anak.
  • Sanitasi dan akses air bersih: Air kotor dan sanitasi buruk menyebabkan infeksi kronis usus (sebelumnya disebut "enteropati lingkungan") yang mengganggu penyerapan gizi.
  • Pola asuh: Kurang stimulasi, kurang perhatian, dan tingkat pendidikan ibu.

Pertanyaan Paling Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apa itu stunting?

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan, ditandai tinggi badan lebih pendek dari standar usia dan bersifat permanen.

Q: Indeks apa yang digunakan untuk mendeteksi stunting?

Indeks TB/U (tinggi menurut usia). Anak disebut pendek bila Z-score di bawah −2 SD dari median WHO, dan sangat pendek bila di bawah −3 SD.

Q: Apa penyebab utama stunting?

Penyebabnya multifaktor: gizi ibu saat hamil, ASI/MP-ASI tidak optimal, infeksi berulang, sanitasi buruk, dan pola asuh kurang stimulasi.

Q: Bisakah stunting diperbaiki?

Dampak stunting pada tinggi badan dan kognitif sebagian besar permanen. Pencegahan pada 1.000 hari pertama jauh lebih efektif daripada pengobatan.

Cara Mencegah dan Mengatasi Stunting

1. Penuhi Gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan Periode emas dari kehamilan sampai usia 2 tahun adalah jendela kritis yang tidak bisa diulang. Pantau tumbuh kembang rutin di posyandu.
2. Berikan ASI Eksklusif dan MP-ASI Bergizi ASI eksklusif 6 bulan, dilanjutkan MP-ASI kaya protein hewani (telur, ikan, daging) hingga usia 2 tahun.
3. Jaga Sanitasi dan Akses Air Bersih Cuci tangan dengan sabun, akses air bersih, dan jamban sehat menurunkan risiko infeksi yang menghambat penyerapan gizi.
🥗

Kalkulator Terkait

Alat lain dalam kategori Kesehatan & Nutrisi yang mungkin Anda butuhkan

⚖️
Kalkulator BMI (IMT)
Cek status berat badan ideal, risiko kesehatan metabolisme, dan anjuran pola gizi seimbang standar Kemenkes RI & WHO Asia-Pasifik.
🔥
Kalkulator Kalori & BMR
Hitung Basal Metabolic Rate (BMR) dan total kebutuhan kalori harian (TDEE) sesuai tingkat aktivitas untuk diet atau pembentukan otot.
🤰
Kalkulator Kehamilan & HPL
Hitung usia kehamilan dalam minggu, trimester, dan prediksi Hari Perkiraan Lahir (HPL) berdasarkan HPHT atau tanggal konsepsi.
🌸
Kalkulator Masa Subur
Prediksi hari ovulasi, rentang masa subur, dan hari terbaik untuk program kehamilan berdasarkan siklus haid Anda.
💧
Kalkulator Kebutuhan Air
Hitung kebutuhan air minum harian ideal berdasarkan berat badan, tingkat aktivitas, dan kondisi cuaca Anda.
😴
Kalkulator Siklus Tidur
Hitung waktu tidur dan bangun terbaik berdasarkan siklus tidur 90 menit agar bangun terasa lebih segar.
🧬
Kalkulator Body Fat
Hitung persentase lemak tubuh secara akurat dengan metode Angkatan Laut AS berdasarkan ukuran lingkar tubuh.
❤️
Kalkulator Detak Jantung
Hitung zona detak jantung latihan optimal berdasarkan usia untuk membakar lemak dan meningkatkan kebugaran kardio.
🥩
Kalkulator Protein
Hitung kebutuhan protein harian optimal berdasarkan berat badan, tingkat aktivitas, dan tujuan (diet, otot, atau pemeliharaan).
🤱
Kalkulator BB Ibu Hamil
Hitung rentang kenaikan berat badan ideal ibu hamil per trimester berdasarkan IMT pra-kehamilan (standar IOM/WHO).
⚖️
Berat Badan Ideal
Hitung rentang berat badan ideal berdasarkan BMI standar Asia dan rumus Broca, plus prediksi tinggi badan genetik anak dengan rumus mid-parental.
🔥
TDEE Kalori Harian
Hitung total kalori harian (TDEE) dari BMR rumus Mifflin-St Jeor dan level aktivitas. Dasar menyusun program diet, cutting, atau bulking.
👶
Usia Anak
Hitung usia anak dalam tahun/bulan/hari dan cek tahap perkembangan (milestone) sesuai usianya.